Kamis, 06 April 2017

Penilaian Diri dan Refleksi dalam Pembelajaran Kimia

PENILAIAN DIRI
Penilaian diri adalah salah satu bentuk Asesmen Alternatif yang merupakan suatu teknik penilaian yang dilakukan peserta didik untuk menilai dirinya sendiri yang berkaitan dengan status, proses, dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu dengan kriteria dan acuan yang telah ditentukan dengan tujuan untuk mendukung atau memperbaiki proses dan hasil belajar peserta didik.
Penilaian diri adalah suatu cara untuk melihat kedalam diri sendiri. Melalui penilaian diri ini, peserta didik dapat melihat kelebihan maupun kekurangannya, untuk selanjutnya kekurangan ini menjadi tujuan perbaikan (improvement goal). Dengan demikian, peserta didik lebih bertanggungjawab terhadap proses dan pencapaian tujuan belajarnya. Selain itu, ditekankan bahwa refleksi dan penilaian diri merupakan cara untuk menumbuhkan rasa  kepemilikan (ownership), yaitu timbul suatu pemahaman bahwa apa yang dilakukan dan dihasilkan peserta didik tersebut memang merupakan hal yang berguna bagi diri dan kehidupannya.
Penilaian diri merupakan suatu unsur metakognisi yang sangat berperan dalam proses belajar. Oleh karena itu, agar penilaian ini dapat berjalan dengan efektif,  peserta didik harus sering dilatih untuk melakukannya. Berikut empat langkah dalam berlatih melakukan penilaian diri, yaitu:
a.    Libatkan semua komponen dalam menentukan kriteria penilaian
b.    Pastikan semua peserta didik tahu bagaimana caranya menggunakan kriteria tersebut untuk menilai kinerjanya
c.    Berikan umpan balik pada mereka berdasarkan hasil evaluasi dirinya
d.   Arahkan mereka untuk mengembangkan sendiri tujuan dan rencana kerja berikutnya.
Ciri utama dari penilaian diri yaitu:
1)   Termotivasi sendiri
2)   Adanya komitmen kepala sekolah
3)   Tersosialisasikan dengan baik
4)   Berkesinambungan
5)   Transparansi
Kelebihan dari penggunaan penilaian diri diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
2) Peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;
3) Dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.

REFLEKSI DIRI
Proses melihat kembali pengalaman belajar untuk mengidentifikasi apa yang telah dipelajari, apa yang belum dikuasai (learningneeds) serta rencana pengembangan diri selanjutnya berdasarkan learning needs yang telah diidentifikasi  dalam belajar kimia
Tujuan Refleksi Diri
  1. menganalisis tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar peserta didik; melakukan evaluasi diri terhadap proses belajar yang telah dilakukan;
  2.  mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan; merancang upaya optimalisasi proses dan hasil belajar;
  3. memperbaiki dan mengembangkan pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu
Tahap melakukan refleksi diri oleh Siswa:
1. Tentukan satu pengalaman belajar yang berharga
2. Analisis pengalaman tersebut.
3. Usahakan untuk memasukkan bukti eksternal terhadap lessons learned yang telah ditentukan dalam proses refleksi diri.
4. Sertakan pula bukti dari pengalaman yang dijadikan titik mula proses refleksi diri.


2 komentar:

  1. dapatkah erik menjelaskan salah satu contoh penilaian diri dan refleksi siswa khususnya dalam pembelajaran kimia

    BalasHapus
  2. Salah satu contoh penilaian diri yaitu penilaian antar teman. Penilaian antar teman merupakan penilaian yang dilakukan terhadap sikap seorang peserta didik oleh peserta didik lainnya dalam suatu kelas atau rombongan belajar. Penilaian ini untuk melatih peserta didik menjadi pembelajar yang baik. Instrumen yang digunakan sesuai dengan kompetensi dan indikator yang akan diukur.

    BalasHapus